WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernyataan Jusuf Kalla soal kenaikan harga BBM langsung memantik reaksi keras, bahkan disebut sebagai “jebakan politik” bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Jumat (3/4/2026).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, menyoroti serius pernyataan tersebut yang dinilai bukan sekadar pandangan ekonomi biasa.
Baca Juga:
Kasus Penyalahgunaan BBM-LPG, Kapolri Klaim Selamatkan Uang Negara Rp756 Miliar
Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dianggap sangat sensitif karena berpotensi berdampak langsung terhadap daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat luas.
Dalam keterangannya kepada media, Jusuf Kalla sebelumnya menyampaikan bahwa kenaikan harga akan secara otomatis menekan penggunaan BBM.
Pernyataan itu kemudian memicu beragam respons dari berbagai kalangan, termasuk dari Ferdinand Hutahaean.
Baca Juga:
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Peluncuran BBM Biodiesel 50% B50 Awal Juli 20026
Bagi Ferdinand, pandangan Jusuf Kalla tidak bisa dilepaskan dari kemungkinan adanya muatan politik yang lebih dalam.
"Itu lah jebakan yang dibuat oleh Jusuf Kalla terhadap Prabowo Subianto. Jusuf Kalla berharap Prabowo akan menaikkan harga BBM dan momen itu akan dijadikan sebagai momentum serangan kepada Prabowo Subianto," katanya.
Ia menilai, jika kebijakan kenaikan BBM benar-benar diterapkan, maka dampaknya bisa memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.