WAHANANEWS.CO, Kota Depok – Antisipasi informasi menyimpang berkaitan bencana nasional banjir bandang serta tanah longsor di sejumlah wilayah Indonesia, seperti di Nanggroe Aceh Darussalam (Aceh), Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kuartal akhir 2025.
Baca Juga:
Layanan Bedah Syaraf RSUI Program Karpet Merah untuk Neurologi
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok bersama Forum Indonesia Emas (FIE) agendakan diskusi nasional bertema pemberitaan kebencanaan pada 6 Januari 2026, Selasa pekan hadapan.
Disebutkan Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah diskusi ini digagas menjadi respons informasi menyimpan perihal isu bencana yang menjadi perhatian serius.
Baca Juga:
Dokter Ari: Peran RSUI di Luar Ruang Praktek: Harus Juga Mendidik dan Mencerdaskan Bangsa
Diskusi nasional ini bertajuk “Profesionalisme Pers dalam Pemberitaan Bencana” dengan subtema “Bangun Empati, Jaga Akurasi, dan Lawan Hoaks”.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansah. [WAHANANEWS.CO / Hendrik Isnaini Raseukiy]
“Indonesia berpotensi tinggi bencana alam, sehingga membutuhkan peran media yang profesional dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. Misinformasi pemberitaan bencana dapat berdampak luas, mulai dari meningkatnya kepanikan masyarakat hingga terhambatnya penanganan pascabencana,” ujar Rusdy di Kantor PWI Kota Depok, Jalan Melati Raya-PWI, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/1/2026).
Nurdiansyah pastikan, informasi yang akurat dan berimbang justru mampu membangun ketenangan, empati, serta mendorong solidaritas sosial bagi warga terdampak.
“Pers memiliki tanggung jawab dalam mengawal informasi. Pers harus menjadi garda utama dalam meluruskan hoaks, terutama yang beredar luas di media sosial,” ujar Rusdy, Pemimpin Redaksi Ruzka Indonesia ini.
Diskusi dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, jam 14:00 - 16:00 WIB di Kantor PWI Kota Depok, Jalan Merpati Raya-PWI, Kota Depok, Jawa Barat.
Acara ini terbuka untuk seluruh wartawan, tidak hanya anggota PWI juga wartawan dari organisasi profesi lain yang tergabung sebagai konstituen Dewan Pers.
Panitia menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yaitu Koordinator Bidang Organisasi PWI Kota Depok, Ridwan Ewako yang penggiat antihoaks yang hendak membahas tantangan peliputan bencana dan dampak hoaks terhadap persatuan nasional.
Kemudian, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) dan Peneliti Komunikasi Bencana, Ressi Dwiana yang mengulas pentingnya edukasi publik supaya masyarakat cerdas dalam menyikapi informasi di media sosial.
Narasumber selanjutnya adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari yang memaparkan strategi profesional dalam mitigasi serta penanganan pascabencana.
Rusdy Nurdiansyah sebagai pemandu acara ini berharap, diskusi nasional ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret dan memperkuat peran insan pers dalam mendukung penanganan bencana serta menjaga kualitas informasi bagi khalayak.
[Redaktur: Jupriadi Lamna]