WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kota Serang dalam pengelolaan sampah melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong.
MARTABAT menilai kerja sama lintas daerah tersebut sebagai langkah konkret dan realistis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan yang kian kompleks, sekaligus contoh praktik baik yang layak direplikasi oleh daerah lain.
Baca Juga:
Dukung Langkah KLH, MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Standardisasi Nasional Pengelolaan Sampah
Kolaborasi ini dinilai mencerminkan semangat gotong royong antarpemerintah daerah dalam bingkai kepentingan publik.
Dukungan anggaran Rp 65 miliar yang dialokasikan Pemkot Tangsel dalam APBD 2026 untuk penataan TPA Cilowong dipandang sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pengelolaan lingkungan, bukan sekadar pemindahan masalah sampah dari satu wilayah ke wilayah lain.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan kolaborasi Tangsel–Serang merupakan terobosan penting dalam tata kelola persampahan berbasis kawasan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Nilai Pembangunan MRT Timur–Barat Mendesak untuk Antisipasi Kemacetan Aglomerasi Jabodetabekjur 2030
“Ini bukan hanya soal teknis pembuangan sampah, tetapi soal keberanian politik dan visi kolaboratif. Ketika dua daerah duduk bersama, berbagi beban, dan berbagi manfaat, di situlah solusi berkelanjutan bisa lahir,” ujar Tohom.
Menurut Tohom, persoalan sampah di kawasan perkotaan dan penyangga tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan administratif sempit. Ia menilai, kerja sama pengelolaan TPA lintas daerah justru lebih efisien dan berdampak jangka panjang.
“Daerah lain bisa mengikuti pola ini. Tidak semua kota harus punya TPA sendiri, yang penting ada kesepakatan adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat sekitar,” katanya.