“Sebanyak 489.864 orang mengungsi akibat air bah dan tanah longsor pengujung November lalu,” ujar Abdul Muhari.
Data BNPB menunjukkan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara dengan 166,9 ribu orang, diikuti Aceh Tamiang sebanyak 150,5 ribu pengungsi, serta Gayo Lues dengan 33,8 ribu orang mengungsi.
Baca Juga:
Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, 41 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi
Kerusakan fisik akibat banjir Sumatera juga tergolong masif dengan ratusan ribu rumah warga terdampak berbagai tingkat kerusakan.
Hingga Kamis (25/12/2025), BNPB mencatat sebanyak 157.838 rumah rusak yang terdiri atas 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
Tak hanya permukiman, kerusakan juga meluas ke fasilitas publik yang menopang aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga:
BMKG: Risiko Banjir Jakarta Meningkat Jadi Dua hingga Tiga Kali Lipat
Fasilitas umum yang rusak mencapai sekitar 1,9 ribu unit, termasuk 200 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.
Selain itu, fasilitas pendidikan tercatat rusak sebanyak 875 unit, rumah ibadah 806 unit, gedung perkantoran 291 unit, serta 734 jembatan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.