Menurut dia, pengembangan energi terbarukan tidak hanya akan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menghadirkan sumber energi yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Hal itu sejalan dengan arah ekonomi global yang kini menitikberatkan pada konsep ekonomi berkelanjutan.
Baca Juga:
PLTA Sipansihaporas Tapteng Jadi Penahan Bencana, ALPERKLINAS: Fondasi Energi Masa Depan Wajib Adaptif Iklim
Selain itu, dia mengatakan dampak nyata krisis iklim kini telah dirasakan masyarakat, seperti cuaca ekstrem, curah hujan yang tidak menentu, banjir, dan panas ekstrem.
Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem di Sumatera, Jawa Tengah, dan Bali telah memicu bencana yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat, infrastruktur, dan perekonomian.
“Musim sudah sulit diprediksi. Hujan deras bisa datang saat musim kemarau. Ini bukti bahwa perubahan iklim sudah sangat signifikan dan masuk tahap krisis,” kata dia.
Baca Juga:
Lautan Makin Panas, Ilmuwan Peringatkan Ancaman Badai Super Kategori 6
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.