Volume ekspor jenis beras ini rata-rata mencapai 500 ton.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk lebih fokus menggandeng petani beras khusus dan organik guna meningkatkan volume dan kualitas ekspor.
Baca Juga:
Obyek Misterius 500 Kg Diduga dari Luar Angkasa Ditemukan di Pesisir Malaysia
Namun, proyeksi Dwi terkait produksi beras tidak sejalan dengan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut BPS, produksi padi nasional pada semester kedua 2025 justru akan meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 3,5 juta ton dan diperkirakan akan menembus angka 4 juta ton.
Baca Juga:
Menteri Impas Ungkap Keberadaan Riza Chalid, Tak Lagi di Singapura Tapi di Malaysia
Dengan mempertimbangkan stok yang ada, pemerintah pun mulai merancang rencana ekspor beras ke Malaysia, yang bahkan sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa Malaysia membutuhkan pasokan beras sebesar 2.000 ton per bulan.
Namun, ia menambahkan bahwa keputusan akhir terkait ekspor ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.