Kala itu, pemerintah tak ingin mengambil risiko. Maka ditekenlah rencana
pengadaan beras bersama Thailand dan Vietnam.
"Ya sudah tanda tangan dulu. Baru tanda tangan," kata Jokowi.
Baca Juga:
Penyimpangan Impor Gula dan Beras 2015-2017, Pengamat: Semua Menteri Perdagangan Perlu Diperiksa
Kendati demikian, kata Jokowi, kekhawatiran pemerintah ternyata tak
terbukti. Situasi masih terkendali sehingga stok beras dalam negeri dipastikan
aman.
Pada akhir Maret, Jokowi memutuskan menyetop rencana impor beras, setidaknya
hingga Juni 2021.
"Kemarin saya sampaikan, sudah setop dulu ini panen mau impor.
Enggak, enggak usah, enggak usah impor," katanya.
Baca Juga:
Ombudsman RI: Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kebijakan Impor Beras
Jokowi menyadari, impor beras di masa panen akan menyebabkan harga gabah
dalam negeri anjlok.
Ia pun mengaku bersyukur Indonesia memilik stok beras yang cukup tanpa
impor, lantaran saat ini persediaan beras dunia menjadi rebutan banyak negara.
"Untung kita tidak impor. Saya tadi cek ke Pak Mentan (Menteri
Pertanian), ke Pak (Direktur Utama) Bulog, Pak Buwas (Budi Waseso), juga cukup.
Alhamdulillah," kata Jokowi.