WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum mendadak memulangkan dua ASN yang sedang kuliah di luar negeri setelah muncul dugaan suap, aksi flexing, hingga penghinaan terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan dua aparatur sipil negara Kementerian PU dipanggil pulang dari Jepang dan London, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga:
40 Hari Sebelum Terbakar Lokasi Gudang BBM Ilegal PT ASR Sudah Diinfokan Wartawan ke Polisi, Apakah Ini Pembiaran Dari Polda Jambi ?
Salah satu ASN yang sedang menempuh pendidikan di Jepang dipulangkan karena diduga terkait kasus suap.
“Memang ada dua ASN yang kita panggil pulang. Satu terkait masalah suap ya. Ada laporan macam-macamlah. Kita panggil pulang. Itu yang di Jepang, yang baru kita panggil pulang,” kata Dody.
ASN lainnya yang sedang belajar di London dipanggil pulang karena diduga melakukan flexing dan menghina program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Ikuti Vicon Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat
“Masalah etik, sering flexing, terus sampai menghina program prioritas pemerintah namanya MBG (Makan Bergizi Gratis). Jadi saya pikir perilaku-perilaku seperti ini enggak bolehlah,” ujarnya.
Dody menjelaskan ASN yang diduga terlibat suap telah dipanggil aparat penegak hukum.
Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui detail perkara yang sedang ditangani.
“Yang satu dipanggil karena masalah suap sih, kemudian dipanggil oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Kita menjembatani doang. Saya enggak tahu, suapnya seperti apa enggak tahu,” katanya.
Saat ditanya lebih lanjut, Dody menegaskan kasus tersebut masih berstatus dugaan.
“Oh iya iya, masih dugaan, masih dugaan. Yang flexing itu sudah ada buktinya, tinggal kita kemudian mengonfirmasi dan apa, menjatuhkan hukuman,” ucapnya.
Kedua ASN tersebut hingga kini masih berstatus pegawai aktif di Kementerian PU.
Dody menyebut satu ASN berasal dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan satu lainnya dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
“Yang satu dari Sumber Daya Air, yang satu dari Bina Marga,” katanya.
Keduanya diketahui menempuh pendidikan dengan beasiswa dari negara.
Menurut Dody, satu ASN menerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, sedangkan yang lain memperoleh beasiswa dari Japan International Cooperation Agency.
“Satunya LPDP, satunya JICA,” lanjutnya.
Proses pemeriksaan terhadap keduanya akan dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PU dalam waktu dekat.
“Keduanya kita panggil pulang, mungkin nanti Senin-Selasa kita proses,” ujarnya.
Pasca kejadian tersebut, Dody telah meminta Kepala BPSDM Kementerian PU untuk mengingatkan seluruh penerima beasiswa agar menjaga sikap selama menempuh pendidikan.
“Jadi saya sudah minta ke Kepala BPSDM, Pak Bisma, men-zoom-kan kepada seluruh penerima beasiswa dari Kementerian PU supaya perilakunya diaturlah,” ujarnya.
Dody menegaskan ASN wajib mematuhi kode etik, termasuk menjalani gaya hidup sederhana.
“Kalau mau sok-sokan boleh, saya enggak dilarang, cuma jangan jadi ASN gitu lho. Boleh, boleh, boleh. Enggak pernah saya orang dilarang flexing, enggak pernah dilarang, cuma jangan jadi ASN,” kata Dody.
Ia mengingatkan bahwa gaji ASN berasal dari uang rakyat sehingga perilaku berlebihan dapat melukai perasaan masyarakat.
“ASN itu kan dikasih makan oleh masyarakat ya. Masyarakat ini kan berbagai macam kategori gitu lho. Ada yang mampu, ada yang enggak punya. Saya kalau begitu tuh pasti akan melukai hati masyarakat-masyarakat yang apa, mungkin menengah ke bawah gitu,” tandasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]