WAHANANEWS.CO, Jakarta - Peristiwa banjir dengan dampak cukup luas dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari enam jam pada Senin (2/3/2026).
Hujan yang mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB mengakibatkan peningkatan signifikan debit air di sejumlah aliran sungai, yakni Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, dan Sungai Kalijompo.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Memasuki pukul 18.30 WIB, keempat sungai tersebut tidak lagi mampu menampung volume air sehingga meluap dan menggenangi kawasan permukiman warga.
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (2/3/2026) pukul 13.30 WIB. Sebanyak 435 jiwa terdampak dan sedikitnya 111 jiwa mengungsi. [Sumber foto : BPBD Kabupaten Jember]
Air berwarna cokelat pekat bercampur lumpur mengalir ke jalan-jalan dan rumah penduduk, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
Baca Juga:
Api Masih Membara di Parigi Moutong, Binjai dan Demak Dilanda Dampak Cuaca Ekstrem
Banjir tercatat merendam empat desa dan dua kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Panti, Rambipuji, dan Kaliwates.
Tinggi muka air (TMA) dilaporkan berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter. Akibat kejadian ini, sebanyak 132 kepala keluarga atau 435 jiwa terdampak, dengan sedikitnya 111 warga terpaksa mengungsi ke tiga titik pengungsian yang telah disiapkan.
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (2/3/2026) pukul 13.30 WIB. Sebanyak 435 jiwa terdampak dan sedikitnya 111 jiwa mengungsi. [Sumber foto : BPBD Kabupaten Jember]