Peristiwa tersebut terjadi di Desa Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sedikitnya empat titik lahan terbakar dan hingga Senin (2/3/2026) api masih belum sepenuhnya padam.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Tim gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI-Polri, serta relawan terus melakukan upaya pemadaman dan pembasahan lahan guna mencegah api meluas ke area lain. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Sejumlah wilayah di Indonesia memang tergolong rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat memasuki periode cuaca kering.
Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk menerapkan metode pembukaan lahan tanpa membakar, mengingat praktik pembakaran, khususnya di lahan gambut, berpotensi menimbulkan kabut asap, merusak kesuburan tanah, mengganggu ekosistem, serta memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Baca Juga:
Api Masih Membara di Parigi Moutong, Binjai dan Demak Dilanda Dampak Cuaca Ekstrem
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, baik hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang maupun hidrometeorologi kering seperti karhutla.
Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi panjang.
Apabila situasi dinilai membahayakan, warga disarankan segera melakukan evakuasi mandiri, mengenali jalur evakuasi terdekat, serta terus memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi pemerintah.