Di sisi lain, 80% para pengguna internet Indonesia
masih mengakses dunia maya melalui jaringan seluler.
Itu dikarenakan layanan tersebut menawarkan harga yang
terjangkau dan bisa diatur sesuai keinginan.
Baca Juga:
PLN Icon Plus Catat Pertumbuhan Pendapatan 16 Persen Sepanjang 2022
Melihat hal itu, Nonot mengatakan, penetrasi FTTH
terbilang masih rendah.
Selain masyarakat sudah banyak pakai smartphone, layanan seluler ini
mendukung mobilitas penggunanya.
Menurut Nonot, kedatangan Iconnect seharusnya tidak
terjadi.
Baca Juga:
Meningkat Hingga 16 Persen, PLN Icon Plus Klaim Tumbuh Positif
Begitu juga, Perusahaan Gas Negara (PGN) pun punya
layanan fixed broadband dengan nama
Pgascom.
Mengingat Iconnect disediakan oleh PLN dan PGN adalah
perusahaan BUMN yang notabene sama
dengan Telkom yang sudah menyediakan fixed
broadband lewat IndiHome.
"Sangat tidak sehat dan sangat boros investasi.
Jika modalnya berasal dari kredit bank, maka bisa menjadi kredit macet karena
utilisasi per network akan sangat
rendah. Secara ekonomi nasional, sangat tidak efisien dan merugikan,"
tuturnya.