Pesawat ini awalnya berangkat dari Yogyakarta pukul 09.08 WITA dengan estimasi waktu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros pukul 12.22 WITA.
Namun, pada pukul 12.23 WITA pesawat PK-THT diinstruksikan petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar Radar agar melakukan intercept ILS runway 21 melalui Openg di ketinggian 5.300 kaki. Tetapi, pesawat melewati titik yang telah ditentukan.
Baca Juga:
Seluruh Korban Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny Ditemukan, Tim SAR Akhiri Pencarian
Pesawat ini kemudian di laporkan hilang kontak dengan perkiraan titik koordinat 04°57’08” lintang selatan dan 119°42’54” bujur timur di atas wilayah Udara perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Dalam operasi SAR hari kedua, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian pesawat yang sebelumnya dilaporkan mengalami lost contact di wilayah Sulsel.
"Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue (petunjuk) penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar.
Baca Juga:
Korban Heli Jatuh di Kalsel: Tim DVI Tes DNA 2 Jasad WNI yang Hangus
Berdasarkan data pergerakan di lapangan, pada pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan berupa bagian window pesawat dalam kondisi kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros-Pangkep.
Informasinya, ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar, bagian puntak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat yang berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian. Serpihan ditemukan tim Udara dan darat.
"Posisinya beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini," katanya menegaskan.