WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah dinamika kehidupan pesantren yang sarat nilai-nilai keislaman dan keteladanan, muncul kabar yang memicu kontroversi di kalangan masyarakat.
Keputusan mengejutkan datang dari Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) yang menunjuk sosok kontroversial sebagai Panglima Laskar.
Baca Juga:
Dugaan Penistaan Agama, 2 Wanita di Lebak Minta Maaf dan Akui Salah Injak Al-Qur'an
Hal ini memantik kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk dari Imam Shamsi Ali, tokoh agama dan alumni pesantren yang dikenal vokal dalam menyuarakan nilai-nilai moral Islam.
Imam Shamsi Ali menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengangkatan Hercules Rosario Marshal—Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya -- sebagai Panglima Laskar dalam struktur organisasi MP3I wilayah Banten.
Ia menilai bahwa keputusan tersebut tidak mencerminkan ruh dan semangat pesantren yang seharusnya menjunjung tinggi akhlak, ilmu, dan keteladanan.
Baca Juga:
Penyelundupan Senpi dan Sabu 71 Kg Saat Mudik Digagalkan Polda Banten
“Sebagai seseorang yang dibesarkan dalam tradisi pesantren, saya merasa sangat malu melihat perilaku sebagian pihak yang justru mencoreng nilai-nilai itu,” ungkap Shamsi Ali lewat akun X pribadinya, @ShamsiAli2, dikutip Rabu (7/5/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa premanisme dan dunia pesantren adalah dua hal yang tak dapat dipertemukan.
Dunia pesantren, katanya, seharusnya menjadi simbol kedamaian, keadaban, dan spiritualitas tinggi, bukan menjadi wadah bagi sosok-sosok dengan latar belakang kekerasan.