Kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.
Dalam pembukaan Paviliun Indonesia, Menpar Widiyanti didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Abdul Kadir Jailani. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang ditunjukkan para pelaku industri.
Baca Juga:
Dirut BPODT Himbau Seluruh Pelaku Usaha Harus Memperkuat Standar Operasional Keselamatan,Kesiapan Peralatan, Pelatihan Petugas, Hingga Penyediaan Informasi Cuaca
“Sebanyak 106 industri dari 14 provinsi hadir mewakili keberagaman dan kekuatan Indonesia. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh karena kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” kata Menpar.
Paviliun Indonesia juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menghadirkan pertunjukan budaya dan Abang None Jakarta. Dukungan serupa diberikan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dengan memfasilitasi dua industri pariwisata lokal untuk berpartisipasi dalam ITB Berlin 2026.
Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum pameran ini untuk memperkuat promosi paket wisata ramah muslim yang terus menunjukkan tren peningkatan minat di pasar global. ITB Berlin dinilai sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan keberagaman produk wisata Indonesia kepada buyers potensial dari berbagai kawasan dunia.
Baca Juga:
Kemenpar Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra, Menpar Widiyanti: “Musibah Ini Menyisakan Duka Mendalam”
“Dengan keragaman daya tarik yang dimiliki, Indonesia menghadirkan pengalaman berwisata yang menyentuh sisi manusiawi wisatawan melalui koneksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi,” kata Menpar.
Sebagai hasil yang ditargetkan dari partisipasi pada ITB Berlin 2026, Kementerian Pariwisata membidik 580.000 potensi transaksi wisatawan atau setara dengan Rp15 triliun potensi devisa negara. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kontribusi sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Selain menjadi ajang promosi bisnis, Paviliun Indonesia tahun ini juga dirancang menghadirkan pengalaman multisensori bagi pengunjung. Para tamu dapat menikmati pertunjukan musik dan tarian tradisional, mencicipi kuliner serta kopi Nusantara di Gastronomy Corner, hingga mengikuti The Scent of Wonderful Indonesia Workshop di Wellness Corner yang didukung Rumah Atsiri Indonesia.