Menurutnya, stabilitas pasokan energi dan keberlanjutan sistem energi menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi lintas negara.
Menurutnya, situasi geopolitik dan ketidakpastian global saat ini menuntut setiap negara untuk saling memperkuat kolaborasi, termasuk melalui pengamanan cadangan energi strategis.
Baca Juga:
Peduli Pendidikan Al-Qur'an, Hasan Widodo Ahwad Salurkan Bantuan Mushaf ke Rumah Tahfidz di Simpang Sungai Duren
"Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi," ujar Akazawa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungannya terhadap izin ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) ke Jepang.
Selain itu, Jepang juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai proyek kerja sama energi dengan Indonesia, termasuk percepatan penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka yang menjadi bagian dari kemitraan strategis kedua negara.
Baca Juga:
Danantara Gandeng Chandra Waste Energy, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Percepat Transisi Energi
Selain sektor mineral kritis, kerja sama di bidang energi nuklir juga menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan teknologi serta pemanfaatan energi nuklir secara aman dengan tetap mengedepankan standar keselamatan yang tinggi.
Melalui kerja sama ini, Indonesia berpeluang memanfaatkan pengalaman dan teknologi Jepang dalam pengembangan solusi energi rendah karbon, yang diharapkan dapat mendukung upaya dekarbonisasi serta mempercepat transisi energi nasional.