WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menggelar pertemuan bilateral dengan delegasi Pemerintah Jepang guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Shichimeko Shuici serta Ikuo Yamada yang mewakili Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.
Baca Juga:
Dari SP3 ke Penggeledahan, Perkara Nikel Konawe Utara 'Hidup' Lagi
Dalam forum diskusi itu, Kementerian Kehutanan memaparkan sejumlah inisiatif strategis, salah satunya rencana pengembangan kerja sama sister park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan beberapa taman nasional unggulan di Indonesia.
Adapun kawasan yang diusulkan meliputi Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, serta Taman Nasional Gunung Rinjani yang dinilai memiliki kesamaan karakteristik ekosistem.
Kerja sama sister park ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang konservasi dan pengembangan ekowisata.
Baca Juga:
Perkuat KUPS, Kemenhut dan Kemenkop Teken MoU Pengembangan Koperasi Sektor Kehutanan
Selain itu, kolaborasi ini juga ditargetkan mampu memperkuat eksistensi taman nasional Indonesia di kancah internasional, sekaligus mendorong peningkatan daya tarik wisata berbasis alam yang berkelanjutan.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memberikan respons positif dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut.
Mereka mendorong adanya tindak lanjut konkret melalui penyelenggaraan technical workshop yang akan membahas berbagai aspek teknis secara lebih mendalam.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan skema kerja sama yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, pada 28 Maret 2026, Menteri Kehutanan telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, terkait kerja sama perlindungan dan konservasi satwa liar.
Kesepakatan tersebut secara khusus menitikberatkan pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis), sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies endemik Indonesia yang mendunia.
Pengembangan kerja sama sister park dengan Fuji-Hakone-Izu National Park serta implementasi MoU breeding loan komodo menjadi bagian penting dari agenda Kementerian Kehutanan dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang.
Langkah ini juga merupakan rangkaian dari kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Jepang, yang bertujuan memperluas kolaborasi strategis di berbagai sektor, termasuk lingkungan hidup dan konservasi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]