Hingga pada tahun 1958, dia bersama
pasukan RPKAD terjun ke belakang garis musuh di Pekanbaru dan Medan untuk
mengambil alih dua kota itu dari penguasaan PRRI.
Tidak hanya itu, pada operasi
perebutan Irian Barat di tahun 1961, Benny Moerdani pun masih ikut dilibatkan
dalam operasi tersebut.
Baca Juga:
PBB Sebut Tank Israel dan IED Jadi Pemicu Kematian Prajurit TNI di Lebanon
Padahal, ketika itu, Moerdani sudah dikirim ke Amerika Serikat oleh Jenderal Ahmad
Yani untuk mengikuti pendidikan Sekolah Infanteri Angkatan Darat di Fort
Benning, AS.
Di sana, Benny Moerdani mengikuti Kursus
Lanjutan Perwira Infanteri dan berlatih dengan 101st Airbone Division.
Sehingga, dalam operasi perebutan
Irian Barat yang dilakukan pada tahun 1961, Moerdani kembali melatih pasukan
RPKAD dan Kostrad untuk melakukan aksi penerjunan payung dan melakukan operasi
penyusupan ke belakang garis musuh.
Baca Juga:
Oknum TNI Terseret Kasus BBM Subsidi, Penyidikan Bergulir di Dua Wilayah
Operasi penerjunan payung ke Irian
Barat pun dilakukan.
Benny Moerdani kembali memimpin
pasukan dan berhasil merebut Irian Barat setelah menaklukkan Angkatan Laut
Belanda ketika itu.
Hal serupa juga terjadi pada tahun
1964, setelah berhasil merebut Irian Barat, Moerdani kembali memimpin pasukan
RPKAD yang pernah dilatihnya melakukan aksi terjun payung untuk melakukan
pendaratan dan penyusupan ke Kalimantan.