WAHANANEWS.CO, Jakarta - Guru Besar Keamanan Manusia dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sidik Jatmika, menilai bahwa pengiriman pasukan TNI ke Lebanon masih memiliki relevansi tinggi di tengah dinamika konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Ia menegaskan, Indonesia tetap harus menjalankan peran strategisnya dalam menjaga perdamaian dunia, sesuai dengan komitmen yang telah lama dipegang sebagai bagian dari masyarakat internasional.
Baca Juga:
Israel Selidiki Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, Salahkan Hizbullah
Menurut Sidik, keberadaan pasukan Indonesia dalam misi penjaga perdamaian bukan hanya soal kebutuhan situasional, tetapi juga mencerminkan konsistensi sikap politik luar negeri Indonesia yang aktif dalam menciptakan stabilitas global.
“Kalau perihal relevan ya, pasti masih relevan (untuk mengirim pasukan ke Lebanon). Hanya mungkin, sekiranya pasukan yang ada di sana memang perlu penyegaran kembali secara mental dan fisik, saya kira boleh ditarik sementara," ujar Sidik seperti dilaporkan RRI, Minggu, 5 April 2026.
Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia bukanlah hal baru.
Baca Juga:
Komnas HAM Kejar Pemeriksaan 4 Anggota TNI di Kasus Air Keras Andrie Yunus
Sejak dekade 1950-an, Indonesia telah mengirimkan pasukan ke sejumlah wilayah konflik di berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika hingga Timur Tengah.
Rekam jejak tersebut, menurutnya, menjadi bukti kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian internasional sekaligus memperkuat posisi diplomatik negara.
"Sejak tahun 50-an, mulai dari Kongo, Lebanon, hingga Sudan. Itu semua tempat di mana kita punya rekam jejak kuat dan reputasi yang baik," ujarnya.