WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan bahwa sistem pemilu proporsional terbuka masih menjadi mekanisme yang paling representatif dalam menjamin terwujudnya kedaulatan rakyat.
Menurutnya, sistem tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk menentukan secara langsung calon wakil rakyat yang dianggap layak memperjuangkan aspirasi mereka di lembaga legislatif.
Baca Juga:
Satpol PP Sumedang Soroti Dugaan Akal-akalan Izin Minimarket di Tengah Moratorium
Pandangan tersebut disampaikan Jazuli dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama akademisi Prof Ramlan Surbakti dan Prof Siti Zuhro yang membahas pembenahan sistem pemilu di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2026).
Jazuli menjelaskan bahwa sistem proporsional terbuka memiliki keunggulan karena menempatkan pilihan rakyat sebagai faktor utama dalam menentukan siapa yang berhak menduduki kursi parlemen.
Dengan mekanisme tersebut, pemilih tidak hanya memilih partai politik, tetapi juga dapat menentukan calon legislatif yang dinilai memiliki kapasitas dan kedekatan dengan konstituen.
Baca Juga:
RUU Polri Dibahas, DPR Tekankan Pentingnya Kepastian Status dan Pengawasan Kompolnas
“Kalau bicara tentang representasi rakyat, yang terbuka lebih representatif, lebih mendekati keadilan. Kalau ada kompetisi di internal partai, itu sebuah keniscayaan. Justru kompetisi itu untuk meningkatkan elektabilitas partai karena suara para calon akan terakumulasi menjadi suara partai,” ujar Jazuli.
Menurut Politisi Fraksi PKS tersebut, persaingan antarkader dalam satu partai merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dalam sistem demokrasi yang sehat.
Kompetisi tersebut justru dapat mendorong para calon untuk bekerja lebih keras dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan perolehan suara partai secara keseluruhan.