Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa fotografi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan medium komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan mendalam yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Setiap foto, menurutnya, mengandung cerita, perjalanan, serta nilai yang sarat makna.
“Melalui pameran ini, kita diajak melihat bagaimana perempuan Indonesia terus bergerak, mengambil peran, dan memberikan arti bagi lingkungannya,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Integrasi BPJS Kesehatan dengan INAku untuk Permudah Layanan Kesehatan
Pameran ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para fotografer dan pegiat seni visual untuk mengekspresikan sudut pandang mereka mengenai peran perempuan di era modern.
Menteri Rini memberikan apresiasi kepada komunitas Heritage Photography serta seluruh panitia yang telah menghadirkan ruang kreatif yang inklusif, inspiratif, dan terbuka bagi masyarakat luas.
Diharapkan, pameran ini tidak hanya menjadi perayaan karya seni fotografi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat Kartini senantiasa hidup dan berkembang dalam setiap langkah perempuan Indonesia di masa kini.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan SDM Unggul untuk Dukung Program Prioritas PHTC Presiden Prabowo
Pameran foto ini berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta, mulai 19 April hingga 3 Mei 2026.
Selain menikmati berbagai karya visual, pengunjung juga berkesempatan untuk mengeksplorasi nilai sejarah yang tersimpan di museum tersebut. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.