WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terkait ketersediaan energi.
Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Lepas 142 Pemudik, Dorong Mudik Aman dengan Bus Listrik dan Layanan Andal
Saat ini, cadangan BBM nasional berada pada kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran, yang biasanya mengalami lonjakan konsumsi energi, khususnya di sektor transportasi.
Pemerintah pun terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Salah satunya dilakukan oleh Yuliot saat meninjau ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (18/3/2026).
Baca Juga:
Posko Energi RAFI 2026 Resmi Dibuka, PLN Pastikan Pasokan Listrik dan SPKLU Aman Selama Mudik
"Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga kehandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang mnimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini," kata Yuliot saat mengecek ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional, baik BBM maupun listrik, saat ini berada pada level yang aman.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, yang justru dapat mengganggu distribusi.
Selain itu, pemerintah juga memastikan tidak ada kebijakan pembatasan pembelian BBM selama periode Lebaran.
Hal ini berlaku secara nasional, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah," jelas Yuliot.
Meski pasokan mencukupi, masyarakat tetap diminta untuk menjaga ketertiban, terutama saat melakukan pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Antrean yang terjadi di sejumlah titik diharapkan dapat disikapi dengan sabar demi kenyamanan bersama.
"Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin," ungkapnya.
Di sisi lain, sektor kelistrikan juga dipastikan dalam kondisi aman. Yuliot menyebutkan bahwa daya mampu sistem kelistrikan nasional mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak berada di kisaran 35 persen.
Hal ini menunjukkan adanya cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
"Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat yang perlu khawatir," jelasnya.
Pemerintah, lanjut Yuliot, terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama pada momentum penting seperti Idulfitri yang identik dengan peningkatan aktivitas dan mobilitas.
"Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfidri. Ini kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi," tuturnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi dan pengawasan yang dilakukan, pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, serta tanpa kendala terkait ketersediaan energi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]