BNPB juga terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum memasuki bulan Ramadan.
Dari total 50.367 unit rumah yang mengalami kerusakan berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 27.818 unit.
Baca Juga:
Banjir Meluas di Jawa Tengah, BNPB Rilis Rekap Kejadian Bencana 17–18 Januari
Hingga saat ini, sebanyak 6.063 unit masih dalam tahap pembangunan, sementara 871 unit telah rampung dan siap ditempati oleh warga terdampak.
Selain itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 11.736 unit, dengan 648 unit di antaranya telah memasuki tahap konstruksi.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi, skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) terus dioptimalkan.
Baca Juga:
BNPB Perkuat OMC untuk Kurangi Dampak Banjir dan Longsor di Pati, Jepara, hingga Demak
Hingga pertengahan Januari 2026, jumlah pengajuan DTH mencapai 15.346 kepala keluarga.
Dari total tersebut, sebanyak 10.717 rekening penerima telah dinyatakan siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga.
Sebagai bagian dari langkah percepatan tanggap darurat, pemulihan, sekaligus mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB turut melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).