WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menegaskan pentingnya sinergi yang erat antara perguruan tinggi dan lembaga parlemen dalam memperkuat kualitas kebijakan publik.
Ia menilai, kampus memiliki posisi strategis sebagai jembatan yang mampu menerjemahkan berbagai hasil forum internasional yang diikuti parlemen menjadi kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok akar rumput.
Baca Juga:
DPR Soroti Rencana Penutupan Prodi, Dorong Transformasi Bukan Eliminasi
Menurut Irine, keterlibatan akademisi sangat diperlukan agar setiap hasil diplomasi parlemen tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan solutif.
"Kampuslah tempat yang paling tepat untuk kerja-kerja parlemen ini mendapatkan kritik ataupun masukan yang membangun," ujar Irine kepada Parlementaria usai memimpin sesi diseminasi hasil 5th WAIPA Coordinating Committee Meeting di Program Magister Asia Tenggara, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam forum internasional, baik bilateral, regional, maupun multilateral, termasuk dalam forum WAIPA, harus diimplementasikan secara nyata oleh Indonesia sebagai negara anggota.
Baca Juga:
DPR Kritik Harga Tiket Domestik, Lebih Mahal dari Rute Luar Negeri
Hal ini penting agar komitmen internasional tersebut tidak hanya menjadi dokumen formal, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.
Dorongan tersebut menjadi alasan utama BKSAP DPR RI untuk segera menyampaikan hasil sidang WAIPA kepada kalangan akademisi.
Bahkan, langkah ini dilakukan hanya sehari setelah pertemuan berlangsung di Quezon City, Filipina, sebagai bentuk respons cepat dalam mendorong proses penerjemahan hasil forum ke dalam kebijakan nasional.
"Apa yang telah disepakati dalam forum bilateral, regional maupun multilateral, dalam hal ini kemarin adalah WAIPA, itu bisa kami laksanakan dan betul-betul menjawab kebutuhan akar rumput sekaligus membantu pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan nasional," tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Lebih lanjut, Irine memandang universitas tidak sekadar menjadi tempat untuk memaparkan laporan hasil kegiatan parlemen di tingkat internasional.
Kampus, menurutnya, merupakan ruang intelektual yang memungkinkan terjadinya pengujian kritis, pendalaman analisis berbasis riset, serta pengayaan perspektif terhadap hasil diplomasi tersebut.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan nantinya akan lebih matang, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]