WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menegaskan bahwa upaya mewujudkan kesetaraan gender di parlemen tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan.
Menurutnya, kesetaraan sejati harus diwujudkan melalui peningkatan pengaruh, kesempatan kepemimpinan, serta keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan strategis di lembaga legislatif.
Baca Juga:
10 Negara Paling Aman dan Ramah untuk Perempuan: Singapura Masuk, RI Masih di Bawah
Pernyataan tersebut disampaikan Irine kepada Parlementaria di Jakarta, Minggu (7/6/2026), usai menghadiri forum IPU Global Conference of Women Parliamentarians yang berlangsung di Beograd, Serbia, pada Selasa (2/6/2026).
"Peningkatan keterwakilan harus beriringan dengan memastikan kesetaraan pengaruh, kesetaraan peluang kepemimpinan serta membebaskan Parlemen dari budaya stereotip dan diskriminasi," ujar Irine saat menyampaikan intervensinya pada forum IPU Global Conference of Women Parliamentarians, di Beograd, Serbia, Selasa (2/6/2026) lalu.
Dalam forum internasional tersebut, politisi perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti tiga aspek utama yang dinilai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender di dunia politik dan parlemen.
Baca Juga:
Kementerian PPPA Tekankan Isu Gender Harus Masuk RPJMD 2025–2029
Pertama, Irine menilai bahwa stereotip terhadap perempuan sering kali muncul bahkan sebelum mereka memasuki dunia politik.
Perempuan yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif kerap menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan akses terhadap jaringan politik, sumber daya kampanye, hingga peluang untuk menduduki posisi kepemimpinan.
Di sisi lain, perempuan juga masih dibebani tanggung jawab domestik yang lebih besar, terutama dalam pengasuhan anak dan pengelolaan keluarga.