WAHANANEWS.CO - Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan kampusnya tak akan memberi ruang bagi pelanggaran setelah kasus dugaan pelecehan seksual di grup chat mahasiswa mencuat dan menyeret belasan mahasiswa.
"IPB berkomitmen penuh untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan unsur mahasiswa. Kami berdiri bersama korban, melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika," kata Alim dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Baca Juga:
Prof. Budi Setiawan: Makanan Program MBG Jangan Dikonsumsi Lebih dari Dua Jam
Ia menjelaskan Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University, Slamet Budijanto, telah menjatuhkan sanksi kepada para pelaku dengan total 16 mahasiswa dikenai tindakan disiplin.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, terdapat 16 mahasiswa yang teridentifikasi terlibat dalam pelanggaran tata tertib kehidupan kampus dan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2024 dan secara resmi baru dilaporkan kepada institusi pada 14 April 2026," jelasnya.
"Berdasarkan proses pemeriksaan dan bukti-bukti yang ada, sebutnya, FTT kemudian menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama satu semester kepada 16 mahasiswa yang terbukti terlibat dijatuhkan pada 17 April 2026," sambungnya.
Baca Juga:
Menteri Transmigrasi Pimpin Langsung Evakuasi Jenazah Patriot Anggit Bima Wicaksana dari Fakfak ke Jakarta
Sanksi tersebut diberikan sebagai efek jera, sementara pihak kampus menekankan bahwa pemulihan korban menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.
Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menyampaikan langkah-langkah yang disiapkan untuk korban mencakup pemulihan akademik dan sosial, pendampingan psikologis, perlindungan dari tekanan maupun stigma, serta penguatan ruang aman bagi korban dan pelapor.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah tangkapan layar percakapan grup chat yang diduga milik mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB viral di media sosial pada Rabu (15/4/2026), yang memperlihatkan percakapan bernada pelecehan seksual terhadap perempuan hingga memicu investigasi pihak kampus.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]