Irwansyah merinci, guna melaksanakan siaga pasokan listrik, PLN menyiapkan 2.929 personel, 237 posko yang siap melayani keluhan masyarakat, dan 48 Tim PDKB.
Kemudian, genset mobile 71 unit, masing-masing berdaya 4,794 Kilo Volt Ampere (kVA), 7 unit Uninterrupted Power Supply (UPS) berdaya 320 kVA, dan 57 unit gardu bergerak.
Baca Juga:
Gelegar PLN Mobile 2026 Resmi Digelar, Pelanggan Berpeluang Menang Mobil Listrik
Selain itu, PLN juga menyiapkan pasokan listrik di bandara dengan 14 penyulang. Rinciannya, Bandara Kuala Namu (6 penyulang), Bandara Aek Goyang (2), Bandara Pinangsori (2), Bandara Silangit (2), Bandara Sibisa (1), dan Bandara Binaka Nias (1).
"Saat ini, pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memiliki daya mampu rata-rata sebesar 2.749 MW, dengan beban puncak tertinggi 2.283 MW. Sedangkan beban puncak untuk Sumut tertinggi 1.811 MW dengan cadangan rata-rata 453 MW," terangnya.
Manager Pengendalian Operasi Sistem Distribusi PLN UIW Sumut, Harryadi, menambahkan, dalam satu bulan terakhir, kondisi cuaca memang kurang bersahabat.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Listrik RI Tetap Menyala, Amankan 141 Juta MT Batu Bara
Dengan persiapan posko, personel, dan material di gudang logistik PLN, diharapkan dapat menghadapi masalah kelistrikan saat bencana alam terjadi.
"Mudah-mudahan personel kita sudah siap menghadapinya, terutama terkait langkah awal mengisolir dulu untuk pengamanan terhadap jiwa manusia jika terjadi bencana. Dan selanjutnya ke suplai listrik," ujarnya, didampingi Manajer Komunikasi, Jimmy Aritonang.
Dia menambahkan, PLN juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk kesiapan jika terjadi banjir dan sebagainya.