Generasi muda yang memiliki karakter kuat, identitas kebangsaan yang kokoh, serta kompetensi yang mumpuni akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa di masa depan.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa jumlah pemuda berusia 16–30 tahun pada 2025 diperkirakan mencapai 66,83 juta jiwa atau sekitar 22,99 persen dari total populasi Indonesia.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemulihan Pendidikan di Sumatra, Sekolah Ditargetkan Aktif Awal 2026
Proporsi tersebut menempatkan pemuda sebagai kelompok demografis yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dalam aspek evaluasi dan pengukuran kinerja, Kemenko PMK menegaskan pentingnya pemanfaatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai indikator utama capaian pembangunan kepemudaan.
Pada 2024, IPP tercatat sebesar 62,88 dan diproyeksikan meningkat menjadi 65,78 pada 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 65,16. Pemerintah pun menargetkan IPP mencapai 73,27 pada 2029.
Baca Juga:
Menko PMK Tegaskan Pemulihan Bencana Sumatra Berjalan Tanpa Libur hingga Akhir Tahun
“IPP menjadi instrumen untuk memastikan efektivitas kebijakan. Pemantauan indikator perlu dilakukan secara rutin dan terintegrasi agar intervensi tepat sasaran,” kata Warsito.
Rakor tersebut juga menetapkan dua fokus utama pembangunan pemuda pada 2026, yakni penguatan karakter dan identitas bangsa serta peningkatan kemandirian pemuda.
Arah kebijakan difokuskan pada pembentukan karakter yang patriotik, gigih, dan empatik, disertai perluasan akses terhadap pendidikan, pelatihan vokasi, kewirausahaan, hingga kesempatan kerja yang lebih inklusif.