Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Yohan, memaparkan capaian program tahun 2025 sekaligus sejumlah tantangan yang masih dihadapi.
Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas pendidikan, perluasan partisipasi kerja, penguatan kesehatan fisik dan mental, hingga penanganan tren perilaku berisiko di kalangan pemuda.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemulihan Pendidikan di Sumatra, Sekolah Ditargetkan Aktif Awal 2026
Sementara itu, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Didik Darmanto, menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan pemuda 2026 akan diselaraskan secara konsisten dengan RPJMN 2025–2029.
Ia menekankan perlunya program yang lebih terfokus, inklusif, serta mampu menjangkau wilayah tertinggal dan kelompok rentan, termasuk pemuda penyandang disabilitas serta pemuda di kawasan nonperkotaan.
Melalui rapat koordinasi ini, Kemenko PMK menegaskan komitmennya untuk memperkuat orkestrasi lintas kementerian dan lembaga.
Baca Juga:
Menko PMK Tegaskan Pemulihan Bencana Sumatra Berjalan Tanpa Libur hingga Akhir Tahun
Sinergi yang solid diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang berkarakter kuat, mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan, serta berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Rakor tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Yohan, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]