WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan pembangunan generasi muda sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional.
Hal itu ditandai dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Isu Pembangunan Pemuda Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemulihan Pendidikan di Sumatra, Sekolah Ditargetkan Aktif Awal 2026
Rakor ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian dan lembaga, sekaligus memastikan tata kelola pembangunan pemuda berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata.
Penguatan sinergi tersebut juga diarahkan agar sejalan dengan agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 (RPJMN 2025–2029) yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa pembangunan pemuda tidak dapat dilakukan secara parsial.
Baca Juga:
Menko PMK Tegaskan Pemulihan Bencana Sumatra Berjalan Tanpa Libur hingga Akhir Tahun
Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Tantangan utama kita adalah penguatan koordinasi, terutama dengan pemerintah daerah, karena isu kepemudaan belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan pemuda merupakan investasi strategis jangka panjang.
Generasi muda yang memiliki karakter kuat, identitas kebangsaan yang kokoh, serta kompetensi yang mumpuni akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa di masa depan.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa jumlah pemuda berusia 16–30 tahun pada 2025 diperkirakan mencapai 66,83 juta jiwa atau sekitar 22,99 persen dari total populasi Indonesia.
Proporsi tersebut menempatkan pemuda sebagai kelompok demografis yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dalam aspek evaluasi dan pengukuran kinerja, Kemenko PMK menegaskan pentingnya pemanfaatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai indikator utama capaian pembangunan kepemudaan.
Pada 2024, IPP tercatat sebesar 62,88 dan diproyeksikan meningkat menjadi 65,78 pada 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 65,16. Pemerintah pun menargetkan IPP mencapai 73,27 pada 2029.
“IPP menjadi instrumen untuk memastikan efektivitas kebijakan. Pemantauan indikator perlu dilakukan secara rutin dan terintegrasi agar intervensi tepat sasaran,” kata Warsito.
Rakor tersebut juga menetapkan dua fokus utama pembangunan pemuda pada 2026, yakni penguatan karakter dan identitas bangsa serta peningkatan kemandirian pemuda.
Arah kebijakan difokuskan pada pembentukan karakter yang patriotik, gigih, dan empatik, disertai perluasan akses terhadap pendidikan, pelatihan vokasi, kewirausahaan, hingga kesempatan kerja yang lebih inklusif.
Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Yohan, memaparkan capaian program tahun 2025 sekaligus sejumlah tantangan yang masih dihadapi.
Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas pendidikan, perluasan partisipasi kerja, penguatan kesehatan fisik dan mental, hingga penanganan tren perilaku berisiko di kalangan pemuda.
Sementara itu, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Didik Darmanto, menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan pemuda 2026 akan diselaraskan secara konsisten dengan RPJMN 2025–2029.
Ia menekankan perlunya program yang lebih terfokus, inklusif, serta mampu menjangkau wilayah tertinggal dan kelompok rentan, termasuk pemuda penyandang disabilitas serta pemuda di kawasan nonperkotaan.
Melalui rapat koordinasi ini, Kemenko PMK menegaskan komitmennya untuk memperkuat orkestrasi lintas kementerian dan lembaga.
Sinergi yang solid diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang berkarakter kuat, mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan, serta berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Rakor tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Yohan, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]