Setiap daerah diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.000 hingga 2.000 peserta, sehingga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas, maupun masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya penguatan kebijakan di tingkat daerah.
Baca Juga:
Kemenko PMK Dorong Mitigasi Bencana Digital Lewat Platform Mitigator.id
CFD diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif dalam sektor kesehatan, serta diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, Renstra OPD, hingga program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), dengan dukungan regulasi daerah yang memadai.
Seluruh kementerian dan lembaga yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung penguatan CFD sebagai sarana pembudayaan olahraga.
Dukungan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari komunikasi publik, layanan kesehatan, transportasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Pengelolaan DAS Ayung Berbasis Kajian Ilmiah untuk Cegah Banjir
Dalam kesempatan itu, Warsito juga menyampaikan rencana penyusunan kebijakan terpadu berupa edaran bersama lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaan CFD di berbagai daerah memiliki arah yang seragam dan terkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin semua kementerian dan lembaga bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan peran tugas masing-masing dan terintegrasi dalam satu kebijakan bersama yang memperkuat gerakan masyarakat hidup sehat,” tegas Warsito.
Ia menambahkan bahwa pertemuan lanjutan akan segera dilakukan guna membahas aspek teknis secara lebih rinci, termasuk penyusunan rencana tindak lanjut dan kemungkinan penguatan melalui regulasi bersama yang lebih komprehensif.