Pelatihan berbasis kompetensi akan diperluas agar tenaga kerja mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang dan berorientasi pada pelayanan yang prima.
Selain itu, Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan pola perjalanan wisata (travel pattern) baru yang mencakup wisata warisan budaya (cultural heritage), wisata ramah Muslim, hingga wisata bahari.
Baca Juga:
Pariwisata Bali Tetap Stabil Meski Situasi Geopolitik Global Memanas
Dalam pengembangannya, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif akan dilibatkan secara langsung untuk memperkaya pengalaman wisatawan di berbagai destinasi.
“Storytelling dalam pola perjalanan ini akan menjadi fondasi penting bagi calon pengusaha pariwisata untuk memahami kurasi produk dan mengembangkan usaha yang sesuai karakter destinasi,” katanya.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita di Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta juga akan memperkuat pembinaan terhadap UMKM yang berada di kawasan prioritas pengembangan pariwisata.
Baca Juga:
Indonesia Tampil Kuat di ITB Berlin, Bidik Rp15 Triliun Potensi Devisa
Tidak hanya itu, kolaborasi lintas kementerian melalui program S’RASA akan terus ditingkatkan sebagai upaya memperluas kehadiran restoran Indonesia di luar negeri dalam rangka mendukung diplomasi kuliner.
“Kami juga akan menampilkan UMKM dan produk kreatif yang relevan dalam berbagai agenda pemasaran, termasuk program co-branding Wonderful Indonesia,” ujarnya.
Menurut Menteri Widiyanti, pemanfaatan karya UMKM dan produk kreatif yang terhubung langsung dengan pariwisata memiliki nilai strategis dalam memperkuat daya tarik Indonesia di mata wisatawan mancanegara.