"Kami di dalam lapangan golf itu suka isi-isian juga, Pak, apresiasi, Pak. Apresiasi, Pak, bukan judi, Pak, itu, Pak. Jadi ini sesuatu yang di lapangan golf Bapak bisa cari yang mungkin agak bahaya, saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya, dia ngomong begini, 'Istri saya cuma pesan begini, Pak, kalau main golf, apa? jangan lihat papa caddy ya' katanya ya, 'Nanti bahaya katanya', itu saja, Pak, kita joke-nya, Pak, yang bahaya, Pak," ujar Ahok.
Dalam surat dakwaan, perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini disebut telah menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.
Baca Juga:
Ahok Kaget Saat Diperiksa Kejagung, Dasco Heran: Komut Pasti Terima Laporan dan Audit
Total kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai lebih dari Rp 285 triliun.
Kerugian keuangan negara tercatat sebesar USD 2,7 miliar atau setara Rp 45,1 triliun serta Rp 25,4 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 70,5 triliun.
Selain itu, kerugian perekonomian negara meliputi kemahalan harga pengadaan BBM sebesar Rp 172 triliun.
Baca Juga:
Ahok Diperiksa Hampir Delapan Jam, Bilang Kaget Ada Penyimpangan di Perusahaan
Kerugian perekonomian negara juga mencakup keuntungan ilegal dari selisih impor BBM sebesar USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 43,1 triliun.
Akumulasi kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara tersebut mencapai Rp 285 triliun lebih.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]