Keluarga baru mengetahui keberadaan Arinjani setelah pihak KRL memberi kabar evakuasi terakhir selesai dan mengarahkan mereka menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Setelah jam berapa itu dari pihak KRL itu atau pihak itu ngasih tahu kalau korban itu udah, ini yang terakhir, evakuasi terakhir. 'Terus gimana dengan anak saya? Nomor ini nggak ada namanya kan di rumah sakit semua?' 'Ya udah Ibu ke Rumah Sakit Polri,' langsung menuju ke sana, Mbak. Tahunya itu sore jam 4 itu baru kabarin setelah bapaknya tes DNA," kata Yani.
Baca Juga:
Sebut Wayang Kulit Bentuk Budaya Singapura, PM Lawrence Wong Diserbu Netizen RI
Yani mengenang Arinjani sebagai sosok ceria yang selalu menghidupkan suasana rumah.
"Anaknya itu ceria, Mas. Ceria, ramai, di rumah itu ramai. Pokoknya kalau ada dia itu ramai, ceria, baik, Mas, anaknya itu," katanya.
Arinjani diketahui bekerja sebagai auditor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Prabowo: Uang yang Diselamatkan dari Korupsi Kini Dikembalikan ke Rakyat
Sebagai informasi, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam dan menyebabkan 16 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.