KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif keputusan Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) yang menetapkan pengelolaan sampah sebagai salah satu klaster kerja sama baru antar 10 provinsi.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai langkah tersebut merupakan terobosan strategis untuk mempercepat terwujudnya target zero sampah nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga:
Bali Perketat Pengelolaan Sampah Horeka, MARTABAT Prabowo-Gibran: Pariwisata Bersih Kunci Masa Depan Pulau Dewata
“Keputusan 10 provinsi untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampah adalah langkah yang sangat visioner. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri karena dampaknya lintas wilayah dan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan produktivitas ekonomi,” ujar Tohom, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, sinergi antardaerah akan mempercepat replikasi praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di sejumlah wilayah, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penguatan bank sampah, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan modern.
“Jika setiap provinsi saling berbagi pengalaman dan teknologi, target zero sampah pada 2028 akan lebih realistis untuk dicapai. Ini adalah bentuk gotong royong modern yang sangat dibutuhkan Indonesia,” katanya.
Baca Juga:
Danantara Masuk Ojol, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Kedaulatan Ekonomi Digital
Tohom menilai pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui daur ulang, pengembangan energi dari sampah, dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Sampah harus dipandang sebagai sumber daya. Dengan tata kelola yang tepat, timbunan sampah dapat diubah menjadi energi, bahan baku industri, dan sumber pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa kerja sama lintas provinsi akan memperkuat efisiensi sistem pengelolaan sampah, terutama dalam pengembangan fasilitas regional dan integrasi teknologi ramah lingkungan.
“Daerah-daerah dapat membangun ekosistem yang saling mendukung, dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir. Pendekatan ini akan menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan,” kata Tohom.
Ia menambahkan bahwa agenda pengelolaan sampah sangat sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang berorientasi pada ketahanan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung penuh kolaborasi ini. Kami optimis Indonesia dapat menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan produktif apabila seluruh daerah bergerak dalam satu visi yang sama,” tutupnya.
[Redaktur: Sandy]