WAHANANEWS.CO, Jakarta – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah tegas Pemerintah Provinsi Bali dalam memperketat pengelolaan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata nasional sekaligus memperkuat kualitas lingkungan hidup di Pulau Dewata.
Baca Juga:
Reformasi BUMN Lewat Danantara, MARTABAT Prabowo-Gibran: Rekrut Profesional Kunci Cegah Korupsi
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sudah menjadi tantangan strategis yang berkaitan langsung dengan citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Ketika Bali menjadi wajah pariwisata internasional Indonesia, maka kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Wisatawan global sekarang sangat peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan,” ujar Tohom, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, langkah Gubernur Bali I Wayan Koster yang memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha Horeka menunjukkan keberanian pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.
Baca Juga:
ReJO: Kepemimpinan Tegas & Teruji, KSP Harus jadi “Mata dan Telinga” Presiden
“Toilet hotel bisa mewah, restoran bisa megah, tetapi kalau persoalan sampah diabaikan maka kualitas destinasi wisata akan merosot. Karena itu, pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari budaya usaha, bukan hanya formalitas,” katanya.
Tohom menilai kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang mengalami overload menjadi alarm serius bahwa pola lama pengelolaan sampah sudah tidak lagi relevan dengan pertumbuhan industri pariwisata Bali yang sangat pesat.
“Selama bertahun-tahun kita terlalu nyaman mengandalkan TPA. Padahal, dunia sudah bergerak menuju ekonomi hijau, circular economy, dan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Bali harus menjadi pelopor transformasi itu,” ujarnya.