WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif program kolaboratif J&T Cargo bersama Decathlon Foundation Indonesia dan Kampus Diakoneia Modern atau Yayasan KDM dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor retail, logistik, dan komunitas sosial.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh konkret bahwa dunia usaha dapat mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus memperkuat dampak sosial bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN ES Dorong Transformasi Bank Sampah KATA Jadi Sumber Ekonomi
“Program seperti ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi bisa dirancang menjadi sistem yang produktif, terukur, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Tohom, Senin (15/6/2026).
Tohom mengatakan pengelolaan limbah operasional ritel melalui jaringan logistik dan bank sampah komunitas merupakan bentuk inovasi sosial yang selaras dengan arah pembangunan nasional menuju ekonomi hijau.
Menurutnya, langkah J&T Cargo sebagai mitra logistik dalam pengumpulan dan distribusi waste dari titik operasional ritel menuju Yayasan KDM memperlihatkan bahwa sektor logistik memiliki fungsi penting dalam rantai nilai ekonomi sirkular.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Kemandirian Energi PTPN IV Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik
“Selama ini logistik kerap dipahami hanya sebagai urusan pengiriman barang, padahal dalam ekosistem baru, logistik dapat menjadi penghubung antara aktivitas ekonomi, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan sosial,” katanya.
Program tersebut berfokus pada pengumpulan limbah operasional ritel dari berbagai titik partisipasi di Jakarta, yang kemudian didistribusikan melalui jaringan J&T Cargo menuju Yayasan KDM untuk dikelola melalui mekanisme bank sampah komunitas.
Limbah yang dikumpulkan umumnya terdiri dari material operasional ritel seperti karton, plastik, hanger, serta material kemasan lain yang masih memiliki nilai ekonomis dalam sistem bank sampah.