Perwakilan Brand & Corporate Culture J&T Cargo Indonesia, Fanny, sebelumnya mengatakan kolaborasi ini membuka perspektif baru bahwa logistik bukan hanya soal pengiriman barang, tetapi juga tentang bagaimana sebuah sistem dapat menciptakan dampak yang lebih bermakna.
Fanny menyebut distribusi waste yang dikelola kembali melalui bank sampah dan kemudian mendukung anak-anak binaan Yayasan KDM menjadi refleksi penting bagi J&T Cargo untuk terus menghadirkan nilai lebih dari setiap proses operasional perusahaan.
Baca Juga:
PLN ES Dorong Transformasi Bank Sampah KATA Jadi Sumber Ekonomi
Melalui inisiatif ini, J&T Cargo menegaskan komitmennya untuk mengembangkan praktik logistik yang tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga pada penciptaan nilai dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kolaborasi bersama Decathlon Foundation Indonesia dalam program ini juga melanjutkan berbagai upaya sosial yang telah dijalankan sebelumnya, termasuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Jakarta.
Tohom berharap program CSR Satu Langkah Satu Kebaikan yang dijalankan J&T Cargo dapat terus diperkuat melalui indikator dampak sosial dan lingkungan yang jelas, sehingga praktik keberlanjutan dunia usaha tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang dapat ditiru.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Kemandirian Energi PTPN IV Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik
“Jika semakin banyak perusahaan masuk ke pola kolaborasi seperti ini, Indonesia akan memiliki basis ekonomi sirkular yang kuat dari bawah, dimulai dari komunitas, diperkuat dunia usaha, dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas,” katanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.