Ia juga menegaskan pentingnya penguatan nilai agama, budi pekerti, serta norma budaya sebagai fondasi pembentukan karakter anak.
Pengawasan penggunaan gawai, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta pembiasaan interaksi langsung dalam keluarga disebut sebagai langkah strategis membangun ketahanan mental generasi muda.
Baca Juga:
JMSI Jembatani Koperasi Daerah dengan Kemenkop, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Melalui sinergi penguatan ekonomi kelurahan, akses pendidikan inklusif, layanan kesehatan preventif, dan dukungan pengasuhan adaptif, pemerintah mendorong terwujudnya wilayah yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara sosial dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Sumatera Barat, Menteri PPPA turut meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit, pusat layanan terpadu yang diinisiasi pemerintah bersama Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah pascabencana.
Klinik ini menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, hingga fasilitasi pemasaran dan produksi agar pelaku UMKM terdampak tidak hanya pulih, tetapi juga mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN UP3 Indramayu Sinergi dengan Kodim 0616 Pastikan Listrik Andal untuk Koperasi
Menteri PPPA menegaskan bahwa penguatan UMKM sejalan dengan agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengingat mayoritas pelaku usaha di tingkat desa adalah perempuan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
“Ketika usaha perempuan tumbuh dan pendapatan keluarga stabil, maka kualitas pengasuhan meningkat, pendidikan anak terjaga, dan risiko kerentanan sosial dapat ditekan,” ujar Menteri PPPA.
Lebih lanjut, ia mengarahkan agar Klinik UMKM Minang Bangkit juga berperan sebagai simpul informasi perlindungan perempuan dan anak dengan aktif menyosialisasikan Call Center SAPA129.