WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite, meminta seluruh partai politik, tokoh nasional, hingga para pengamat untuk menghentikan perdebatan mengenai wacana dua periode maupun pencarian figur wakil presiden baru.
Menurutnya, pemerintahan saat ini belum genap dua tahun berjalan dan momentum menuju 2029 masih sangat jauh. Karena itu, energi bangsa seharusnya difokuskan pada penguatan kerja nyata kabinet, bukan pada manuver politik yang berpotensi mengganggu konsentrasi nasional.
Baca Juga:
KSPSI: PBI Tepat Sasaran, Pertemuan Taipan Harus Perkuat Asta Cita
“Biarkan kabinet bekerja. Itu yang harus kita nilai dan evaluasi bersama. Jangan terlalu dini bicara 2029, sementara tantangan hari ini jauh lebih mendesak,” kata Arnod, Minggu (15/02/2026).
Arnod Sihite yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan Media Informasi (FSP PPMI KSPSI) itu juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya.
Dalam situasi global yang tidak menentu mulai dari gejolak geopolitik hingga tekanan ekonomi dunia Indonesia membutuhkan persatuan nasional guna menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan secara simultan.
Baca Juga:
KSPSI Ucapkan Selamat kepada Wamenaker RI atas Penghargaan Bergengsi AFEO Honorary Fellow
Perkuat Koordinasi dan Sensitivitas Kebijakan
Sejalan dengan dukungan tersebut, Arnod mengingatkan agar kementerian dan lembaga memperkuat koordinasi sebelum mengeluarkan kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat.
Ia menilai sejumlah kebijakan kerap menimbulkan kegaduhan karena kurang sinkron, data tidak matang, bahkan berubah setelah diumumkan ke publik. Salah satu contoh yang ia soroti adalah polemik Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang membuka keran impor secara luas dan memicu kekhawatiran pelaku usaha dalam negeri.