Di sisi lain, Arnod mengapresiasi usulan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman terkait pemutihan catatan BI Checking (SLIK OJK) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mengajukan KPR subsidi. Kebijakan tersebut dinilai progresif karena dapat mempermudah akses kepemilikan rumah, khususnya bagi buruh yang terkendala riwayat kredit kecil di masa lalu.
Ia juga mendorong program perumahan buruh yang berkualitas, ramah lingkungan, dan dekat kawasan industri sebagai solusi jangka panjang atas persoalan kesejahteraan pekerja, termasuk jeratan pinjaman online bermasalah.
Baca Juga:
KSPSI: PBI Tepat Sasaran, Pertemuan Taipan Harus Perkuat Asta Cita
Stabilitas dan Profesionalisme sebagai Fondasi
Arnod menegaskan bahwa stabilitas dan investasi merupakan fondasi utama ekonomi nasional. Pemerintah didorong memangkas anggaran yang tidak produktif dan mengalokasikan belanja negara ke sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Menurutnya, penempatan figur independen dan profesional di posisi strategis sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Baca Juga:
KSPSI Ucapkan Selamat kepada Wamenaker RI atas Penghargaan Bergengsi AFEO Honorary Fellow
“Kepercayaan investor lahir dari tata kelola yang bersih dan profesional,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek strategis, termasuk rencana investasi Danantara senilai Rp202,4 triliun untuk empat proyek besar yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja secara masif dan memberikan efek berganda terhadap perekonomian.
Seruan Persatuan Nasional