"Kami dari Sulawesi Selatan 1 perwakilan, insyaallah akan mengawal semaksimal mungkin terkait pinjaman aset untuk kementerian, dalam hal ini Angkasa Pura," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut pada dasarnya merupakan sinergi antarlembaga yang sama-sama berada di bawah naungan negara.
Baca Juga:
ICCN Apresiasi Peresmian Restoran Sederhana Singapura
Karena itu, pemanfaatan aset harus dipandang sebagai upaya optimalisasi sumber daya negara dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan tata kelola yang baik.
"Saya berharap kerja sama yang baik karena konteksnya aset ini adalah sama-sama pelat merah, kantong kiri ke kantong kanan. Pencatatannya adalah di Kementerian Keuangan," jelasnya.
Lebih lanjut, Daeng Sere berharap komunikasi dan koordinasi antara Angkasa Pura dengan KODAU II Makassar dapat terus ditingkatkan sehingga proses kerja sama dapat berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.
Baca Juga:
Usai Danantara Suntik Modal Rp23,67 Triliun, 4 Hal Ini Wajib Dijalankan Garuda
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam setiap tahapan pemanfaatan aset negara.
"Saya berharap kepada jajaran Angkasa Pura yang ada di tingkat nasional untuk kerjasama dengan Angkatan Udara, dalam hal ini KODAU II di Sulawesi Selatan, kerja sama yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Itu harapan kami," pungkasnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pengelolaan aset negara sekaligus mendorong terciptanya sinergi yang lebih kuat antara institusi pertahanan dan badan usaha milik negara.