Oleh menegaskan tujuan utama pelatihan tersebut bukan untuk mencetak prajurit yang disiapkan menghadapi pertempuran.
"Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat," tutur Oleh.
Baca Juga:
Sudah Muak, Trump Bentak Netanyahu via Telepon soal Gencatan Senjata Gaza
Ia mengingatkan kemampuan fisik peserta sipil tidak bisa disamakan dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan dan pembinaan militer secara khusus.
"Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran," tutur Oleh.
Lebih lanjut, Oleh menekankan keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelatihan.
Baca Juga:
PLN Watch Dorong Sistem Digital Pengawasan Batubara, Kadar Kalori PLTU Tak Boleh Dimainkan
Ia menyebut para peserta merupakan bagian dari anak bangsa yang mendaftar untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih.
"Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan mendaftarkan diri sebagai calon manajer," pungkas Oleh.
Karena itu, setiap peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa peserta harus dilihat sebagai alarm serius bagi penyelenggara program.