"Jadi, memang harus ada stick and carrot, harus kita paksa," ujar Menko Zulhas.
Zulhas mengingatkan sampah yang terus menumpuk dapat menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
Investasi KEK Tembus Rp32 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kepercayaan Investor Harus Berbuah Lapangan Kerja
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi juga berhubungan langsung dengan polusi udara dan risiko kesehatan jangka panjang.
"Sampah itu dampaknya luar biasa, merusak lingkungan, menimbulkan polusi, belum kalau mikroplastik kan bisa menimbulkan kanker," ujar Menko Zulhas.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengungkapkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia telah siap meluncurkan mesin insinerator sampah.
Baca Juga:
PLN Bekali 100 Perempuan Siaga Bencana, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Bangun Masyarakat Tangguh
Mesin insinerator itu nantinya ditargetkan dapat diterapkan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di lingkungan perkantoran dan rumah tangga.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengurangan timbunan sampah sekaligus mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pengolahan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Provinsi DKI Jakarta akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di sejumlah titik.