"Sistem ini masih membutuhkan penilaian operator. AI membantu prosesnya tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan petugas skrining," katanya.
Mohd Shuhaily mengatakan koper yang dibawa kopilot tersebut tidak masuk dalam kategori berisiko tinggi sehingga petugas menjalankan prosedur standar tanpa melakukan pemeriksaan lanjutan atau skrining sekunder.
Baca Juga:
Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, 3 WNA Ditangkap
Ia juga menyebut kemungkinan narkoba disembunyikan dengan metode tertentu sehingga tidak terdeteksi oleh mesin pemindai, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
"Tetapi polisi adalah lembaga yang akan menentukan bagaimana hal itu terjadi," katanya.
Mohd Shuhaily membela profesionalisme petugas skrining bandara dengan menegaskan bahwa AKPS selama ini telah berhasil menggagalkan banyak upaya penyelundupan narkoba maupun barang terlarang lainnya.
Baca Juga:
Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Narkoba, 6 Kurir Ditangkap
"Untuk saat ini, kami dapat meyakinkan publik bahwa sistem yang ada telah sepenuhnya dimanfaatkan dalam kasus ini," tegasnya.
"Kami akan melihat apakah sistem atau peralatan tersebut dapat ditingkatkan lebih lanjut setelah investigasi selesai," tambahnya.
Menanggapi kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam, Mohd Shuhaily menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran integritas.