Pemerintah pun menyiapkan pembangunan PSEL berkapasitas besar di Sumberejo, Surabaya dan Bunut Wetan, Kabupaten Malang, guna mengolah ribuan ton sampah tersebut menjadi energi listrik yang bermanfaat.
Tohom menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan partisipasi masyarakat.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Ada 17 Barang Elektronik yang Harus Dicabut Colokannya untuk Hemat Listrik
Ia juga mengungkapkan pentingnya edukasi publik agar masyarakat turut berperan dalam pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Sebagai Pengamat Energi dan Lingkungan, Tohom menilai bahwa pengembangan PSEL merupakan langkah strategis dalam menjawab dua tantangan sekaligus, yakni krisis lingkungan akibat sampah dan kebutuhan energi bersih.
“Ke depan, kita harus mendorong inovasi teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan agar PSEL tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi fondasi sistem energi berkelanjutan Indonesia,” katanya.
Baca Juga:
Peduli Terhadap Ketahanan Ekonomi Masyarakat, ALPERKLINAS Minta Kementerian ESDM dan PLN Sosialisasikan Penghematan Pemakaian Listrik
Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan implementasi langsung arahan Presiden.
Menurut Tohom, konsistensi kebijakan dan dukungan regulasi akan menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa sinergi antar daerah seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.