Di samping
itu, Menag Gus Yaqut mengatakan bahwa dengan wafatnya ulama, menjadi kehilangan
besar bagi umat Islam dan masyarakat di Indonesia.
"Mereka
adalah panutan umat, tempat masyarakat belajar agama," katanya.
Baca Juga:
Papua Nugini Minta 'Zona Aman' di Perbatasan RI, Cegah Konflik Papua Barat
"Selama
ini, almarhum juga terus mengedukasi umat tentang pencegahan Covid-19," tutur Gus Yaqut, menambahkan.
Seperti
diketahui, Syekh Ali Jaber merupakan seorang ulama dan pendakwah yang juga aktif
sebagai juri dalam kompetisi hafalan Al-Qur"an.
Ulama
kelahiran Kota Madinah, Arab Saudi, itu tutup usia pada Kamis (14/1/2021), pukul 08.30 WIB, di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Baca Juga:
UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Jadi Primadona di Festival MAMF 2025 Korea Selatan
Sebelum
berpulang, Syekh Ali Jaber sempat dirawat lantaran terpapar Covid-19, namun beberapa
hari sebelum tutup usia, ulama karismatik itu dinyatakan negatif Covid-19.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
kediaman Syekh Ali Jaber dijaga
ketat pihak kepolisian.
Pelayat dilaporkan tidak diperkenankan masuk ke kediaman Syekh Ali Jaber, yang bertempat di
Perumahan Berdikari Sentosa, Pulo Gadung, Jakarta Timur.