WahanaNews.co | Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) adalah salah satu solusi untuk kuatkan ekonomi negeri.
"Kondisi ekonomi dunia termasuk Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan yang berat. Perang Rusia-Ukraina berdampak pada kenaikan harga energi dan pangan, dan berpotensi mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia," ujarnya, saat pembukaan acara Gernas BBI Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, Jumat (22/7/22).
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Indonesia, kata Luhut, saat ini dinilai memiliki kinerja yang relatif cukup baik dibandingkan dengan negara dunia lainnya.
"Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 tumbuh sebesar 5,01 persen terhadap triwulan I-2021. Kita memang masih di bawah Saudi Arabia, namun lebih baik dari Singapura (3,4 persen) dan Amerika Serikat (3,6 persen)," ujarnya.
Di hadapan seluruh undangan pada acara bertema "Jelajahi warna-warni Kalimantan Selatan" itu, disampaikannya bahwa dalam kondisi global seperti sekarang, perlu kerja dari seluruh pihak untuk menguatkan ekonomi dalam negeri.
Baca Juga:
UMKM Jatim Berhasil Ekspor Perdana Gerabah Inovatif ke Jepang
"Daerah harus aktif mendampingi UMKM, tingkatkan kualitas, perluas pasar di ekosistem digital hingga optimalisasi anggaran belanja untuk UMKM," ujarnya pula.
Kalsel, kata dia, punya potensi yang beragam, di antaranya pasar terapung, kain Sasirangan, kuliner soto banjar, maka harus didorong untuk go digital, baik dari sistem pembayaran maupun pemasarannya.
"Produk lokal jangan kalah dengan produk luar," ujarnya lagi.