Program E20 tidak hanya berfokus pada sektor energi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan melibatkan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku, pemerintah berharap tercipta sinergi antara ketahanan energi dan kemandirian pangan.
Baca Juga:
Menko Airlangga Ungkap Rp300 Triliun Disiapkan Pemerintah Untuk KUR di 2026
Amran memastikan bahwa ketersediaan bahan baku untuk produksi etanol dalam negeri berada dalam kondisi aman.
Bahkan, salah satu bahan baku penting yakni molase atau tetes tebu, jumlahnya sangat melimpah dan selama ini masih diekspor ke berbagai negara.
Ia menambahkan bahwa produksi molase nasional mencapai jumlah yang signifikan, dengan sekitar satu juta ton diekspor setiap tahunnya.
Baca Juga:
Satu Hari Mentan Galang Bantuan Terkumpul Rp75 Miliar, Ini Kata MUI
Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produksi etanol dalam negeri, sehingga memberi nilai tambah bagi sektor pertanian.
Sementara itu, Wakil BP BUMN Tedi Bharata menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung program hilirisasi di sektor pertanian dan energi.
Ia menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting sebagai penggerak utama dalam transformasi sektor pangan nasional.