WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membeberkan alasan dirinya sempat tersulut emosi dan marah saat meninjau proyek Sekolah Rakyat (SR) di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026).
Ia mengatakan kemarahan itu dipicu rendahnya progres pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk yang jauh tertinggal dibanding daerah lain seperti Surabaya dan Sampang. Saat meninjau lokasi, ia justru mendapati tim teknisnya memberikan banyak alasan.
Baca Juga:
Viral! Calon Bupati Nganjuk Usulkan Inovasi Ubah Padi Jadi Beras
"Bicara Nganjuk dulu nih. Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih mungkin 15 persen lah. Nah, yang saya tidak suka dari tim saya itu adalah pada saat saya datang ngasih excuses gitu kenapa tertinggal. Bukannya ngasih saran bagaimana supaya ketertinggalan itu bisa dikejar. Enggak. Excuse," kata Dody saat meninjau pembangunan SR di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Dody juga menyinggung adanya desas-desus dugaan praktik tidak sehat di kementeriannya. Ia menyoroti perilaku anak buahnya di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) yang seolah enggan bersikap tegas kepada penyedia jasa, sehingga muncul spekulasi mengenai adanya aliran dana atau 'setoran' yang menghambat pengawasan proyek.
"Saya ini agak-agak agak bingung juga nih. Kenapa kemudian tim saya kok seolah-olah takut kepada penyedia jasa? Memang ada rumor di luaran nih. Penyedia jasa ngasih sesuatu nih kepada pada tim saya, tapi kan rumor, saya enggak bisa buktikan. Cuman fakta yang saya terima di lapangan seperti kemarin terjadi di nganjuk," ucapnya.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur Berikan Penghargaan kepada Pahlawan Pelestari Lingkungan Hidup
Dody mengaku sangat jengkel melihat program prioritas presiden tak digarap dengan serius. Ia bahkan mengaku nyaris kehilangan kendali karena sangat tersulut emosi.
"Kalau hari kemarin saya masih umur 20 tahun saya tonjok tuh kepala balainya, eh PPK-nya. Benar saya tonjok itu. Jengkel makanya saya itu. Janganlah main-main sama program pemerintah presiden. Apalagi yang bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem. Please deh. Kalau memang ada ASN-ASN yang enggak suka dengan Pak Presiden Prabowo Subianto, keluar dari ASN. Berhenti dari ASN. Jangan buat begini gitu loh," ujarnya.
Dody menilai program Sekolah Rakyat ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk masa depan generasi bangsa, dan hal itu sangat dibutuhkan untuk kalangan masyarakat prasejahtera.