"Ya jadi, minggu depan saya akan pasti bongkar habis tuh urusan Prasarana Strategis. Saya sudah kasih warning dua bulan loh. Saya sudah rasa tim Prasarana Strategis, menjadi orang-orang yang tidak bisa saya percaya gini ini. Ya di atas ya, Jakarta, Pati Mura ya, Dirjen, Dirjen, Direktur dan seterusnya," ujarnya sambil bicara ke anak buahnya di lokasi peninjauan.
Dody menyebut ketegasan ini diperlukan karena kegagalan dalam mengawal program prioritas tersebut akan mengancam posisinya. Ia menyadari sepenuhnya, sebagai pembantu presiden, tanggung jawab akhir berada pada dirinya.
Baca Juga:
Viral! Calon Bupati Nganjuk Usulkan Inovasi Ubah Padi Jadi Beras
"Kan enggak bisa kemudian saya punya tim yang melawan perintah presiden. Kalau saya diamkan ya saya pasti diganti oleh presiden kan ujungnya gitu," ucapnya.
Meski memberikan teguran keras untuk proyek di Nganjuk, Dody memberikan pujian bagi pengerjaan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya yang digarap oleh PT Waskita Karya. Proyek di Surabaya tersebut telah mencapai progres 45 persen dan dipastikan selesai tepat waktu untuk menampung sekitar 1.000 siswa.
"Bagus ini. bagus progress-nya. Yang saya lihat Waskita top. Jadi sekolah rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus. Progress-nya 45 persen ya. Insyaallah sesuai target. Ya mudah-mudahan sebelum 20 Juni ya. Perfect sekali," pungkasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur Berikan Penghargaan kepada Pahlawan Pelestari Lingkungan Hidup
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.